Satreksrim Polresta Banyuwangi berhasil mengungkap praktik prostitusi online “Spesialis Janda”. Dalam kasus tersebut, seorang mucikari berinisial N (33), warga Desa Karangharjo Kecamatan Glenmore berhasil ditangkap.

 

Kapolresta Banyuwangi, Kombes Pol Arman Asmara Syarifuddin mengatakan, terungkapnya praktek prostitusi online ini berawal dari patroli cyber di media sosial. Melalui akun facebooknya, pelaku menawarkan jasa ranjang berbayar kepada pria hidung belang.

“Dari media sosial, transaksi kemudian dilanjutkan via WA (WhatsApp),” katanya saat konfrensi pers Jumat 15 Januari 2021.

Rata-rata perempuan yang ditawarkan oleh pelaku sudah berstatus janda. “Setelah terjadi kesepakatan perempuan yang dipesan dan harga bokingnya, dilakukanlah pertemuan dengan pria hidung belang di hotel melati di kecamatan Gambiran,” imbuhnya.

Menurut Arman, tarif yang dipatok pelaku untuk satu jam layanan esek-esek antara Rp 600 ribu hingga Rp 800 ribu. “Uang tersebut termasuk biaya hotel, upah korban, dan fee yang didapat pelaku,” sebut Arman.

 

Selain menangkap pelaku, polisi juga berhasil mengamankan barang bukti berupa satu unit handphone, uang senilai Rp 600 ribu, dua buah kondom belum terpakai, dan sebuah kondom yang sudah terpakai.

Di hadapan Kapolresta, pelaku mengaku sudah melakukan bisnis ranjang berbayar tersebut selama 6 bulan. “Sudah enam bulan. Rata-rata yang minta bantuan saya adalah janda,” terangnya.Setiap transaksi, perempuan berpenampilan tomboi ini mendapat komisi sebesar Rp 200 ribu. “Tarifnya 600 sampai 800 ribu. Saya dapat komisi 200 ribu,” terangnya.

 

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, pelaku kini harus mendekam di jeruji sel tahanan. Pelaku dijerat pasal 506 atau 296 KUHP dengan ancaman hukuman kurungan penjara 1 tahun.(*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here