Nasib naas dialami seorang istri bernama A’an (26) warga Desa Kawinda Nae, Kecamatan Tambora, Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB).

Pasalnya, ia dianiaya suaminya sendiri berinisial MN (25) hingga tewas.

Kapolres Bima melalui Kepala Subbagian Humas, AKP Hanafi mengatakan, kasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) yang berujung tewasnya korban itu terjadi pada Sabtu (23/1/2021) sekitar pukul 16.00 Wita.

Saat kejadian itu, pelaku yang baru pulang dari kebun jagung miliknya meminta uang kepada istri untuk membeli obat pengendali gulma atau herbisida.

Namun, saat itu istri pelaku tak bisa menuruti permintaannya.

Pasalnya, uang yang diberikan pelaku sebelumnya telah habis untuk berbelanja kebutuhan sehari-hari.

Mengetahui hal itu, pelaku emosi dan memukul korban pada bagian kepalanya hingga tak sadarkan diri.

“Motifnya pelaku kesal karena uang untuk keperluan membeli obat jagung telah habis dibelanjakan oleh korban. Pelaku akhirnya naik pitam dan memukul korban di bagian kepala. Akibatnya, korban jatuh dan tak sadarkan diri,” kata Hanafi, kepada Kompas.com, Minggu (24/1/2021).

Mendengar adanya keributan itu, warga sekitar mendatangi tempat kejadian dengan niat melerai pertengkaran.

Namun, saat tiba di rumah itu korban diketahui sudah tergeletak di lantai dengan kondisi tak sadarkan diri.

Warga sempat melarikannya ke rumah sakit. Tapi naasnya nyawa korban tak berhasil diselamatkan.

“Korban dinyatakan meninggal dunia dalam perjalanan menuju rumah sakit,” ujar Hanafi.

Mendapat laporan itu, polisi langsung melakukan olah tempat kejadian perkara dan mengamankan pelaku.

Dari pemeriksaan yang dilakukan, pelaku mengakui perbuatannya. Alasannya melakukan penganiayaan hingga korban tewas itu karena kesal uangnya habis untuk belanja.

“Saat ini, pelaku telah diamankan di Mapolsek Tambora,” ucap Hanafi.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here