Laporan Motherboard menyebutkan jika ratusan juta nomor telepon pengguna Facebook Dijual di bot Telegram. Harganya pun beragam, satu kredit dibanderol US$20 (Rp281 ribu) atau 10 ribu kredit senilai US$5 ribu (Rp70,4 jutaan).

Menurut peneliti keamanan, Alon Gal menyebutkan jika orang yang menjalankan bot mengklaim memiliki informasi dari 533 juta pengguna. Data ini sudah ada di Telegram sejak 12 Januari 2021 namun berasal dari kerentanan Facebook yang dipatch pada 2019 lalu, dikutip The Verge, Selasa (26/1/2021).

Dengan bot itu bisa melakukan dua hal. Pertama jika mereka memiliki ID akun Facebook seseorang setelahnya bisa menemukan nomor ponsel orang tersebut. Hal sebaliknya juga bisa dilakukan yakni dengan berbekal nomor telepon dapat mencari ID pengguna Facebook.

Belum diketahui apakah Motherboard dan Alon Gal telah menghubungi pihak Telegram untuk menghapus data-data tersebut.

“Ini sangat mengkhawatirkan melihat database sebesar itu dan dijual di komunitas kejahatan siber, hal itu membahayakan privasi kami dan akan digunakan untuk smishing dan penipuan lain oleh orang jahat,” ungkap Alon Gal.

Alon Gal memperoleh sampel data pada bot Telegram tersebut, lalu dibagikan pada Motherboard serta Facebook.

Kepada Motherboard, Facebook menjelaskan jika data itu berkaitan dengan kerentanan dan sudah ditambal pada Agustus tahun 2019 lalu. Perusahaan juga mengklaim jika data telah dihapus sebelum perbaikan dilakukan, dikutip The Independent.

Alon Gal mengatakan untuk Facebook bisa memberi tahu penggunanya adanya pelanggaran data tersebut. Dengan begitu mereka tak menjadi korban penipuan siber.

“Ini penting untuk Facebook memberi notifikasi pada penggunanya mengenai pelanggaran ini jadi mereka cenderung tidak menjadi korban upaya peretasan dan social engineering,” kata Alon Gal

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here