Bacasaja.info Setelah peristiwa yang terjadi kecelakaan maut di Jalan Sultan Mansyur, Kelurahan Bukit Lama, Kecamatan Ilir Barat 1, Palembang pada Rabu ( 10/02/2021 ).

Pemuda pelajar bernama Rio Nugroho (16) tercatat siswa SMK Tri Dharma yang tengah magang tewas seketika dalam kecelakaan.

Yeni (39) ibu kandung korban sontak tak kuasa menahan tangis mendapati jenazah anaknya telah terbujur kaku di kamar jenazah Rumah Sakit Mohammad Hoesin Palembang (RSMH). “Astagfirullah, benar anakku,” teriak Yeni dengan berurai air mata setelah melihat langsung jenazah Rio.

Tak hanya itu, teman Rio yang diketahui bernama Andre Saputra (17) warga Jalan Nias Lorong Nias 1 kelurahan 26 ilir kecamatan ilir barat 1 Palembang, juga menjadi korban dalam kecelakaan ini.

Andre langsung dilarikan ke IGD RSMH dengan kondisi kritis akibat luka berat di bagian kepala yang dialaminya.

Diketahui, kecelakaan ini terjadi antara sepeda motor Honda Beat Icon bernomor polisi BG 2629 AG yang dikendarai Rio dan Andre serta Vixion merah BG 5380 ACO yang dikendarai AM (19) warga Jalan Srijaya Negara Lorong Tembesu Kelurahan Bukit Lama Palembang.

AM mengatakan, ia sedang membawa vixion miliknya dari arah Simpang Musi 6 dan hendak menuju ke Simpang PDAM Kecamatan IB 2.

“Sedangkan korban, bawa motor dari arah berlawanan,” ujar AM yang datang ke kamar jenazah RSMH bersama dua orang aparat kepolisian.Namun secara tiba-tiba motor yang dikendarai Rio dan Andre mengalami oleng dan jatuh ke jalan.

Lantaran panik dengan apa yang terjadi di hadapannya, membuat AM tak bisa mengendalikan kendaraan motor yang dibawanya sehingga terjadilah kecelakaan tersebut dan AM sudah diamankan aparat kepolisian guna memberikan keterangan lebih lanjut.

Sementara itu, ayah kandung Rio, Hendra (43) berharap polisi dapat mengusut tuntas penyebab kecelakaan yang menewaskan anak pertamanya itu.

“Bagaimana kronologinya, siapa yang menyebabkan anak saya meninggal, harus diusut tuntas.Saya mau semua jelas,” tegas dia.

Kecelakaan beruntun melibatkan tiga pengendara di Jalan Tlanakan, Kabupaten Pamekasan, Madura, Rabu (10/2/2021) pagi. Masing-masing pengendara itu mengendarai mobil dan motor.

Di antaranya, motor berplat nomor 5453 BY dikendarai oleh R, seorang pelajar, warga Dusun Tengah, Desa Tlesah, Kecamatan Tlanakan, Pamekasan.

Sedangkan truk tangki Pertamina berplat nomor M 9290 UA, dikemudikan oleh Mohammad Rasidi, pria berusia 42 tahun, warga Desa Padelegan, Kecamatan Pademawu, Kabupaten Pamekasan.

Sementara, mini bus berplat nomor M 1418 TH yang ikut tertabrak itu, milik Fajaruddin warga Desa Saroka, Kecamatan Saronggi, Kabupaten Sumenep.

Kanit Laka Lantas Polres Pamekasan, Ipda Bambang Budiyanto mengatakan, kecelakaan beruntun ini terjadi bermula dari kurang hati-hatinya pemotor yang melaju dari arah utara dan hendak ke selatan Jalan Tlanakan. Sehingga di waktu bersamaan, pemotor tersebut langsung menabrak truk tangki pertamina dari samping.

“Setelah menabrak truk tangki tersebut, pemotor terjatuh, dan motornya mengenai mini bus yang terparkir di timur jalan,” kata Ipda Bambang Budiyanto.

Ia memastikan, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa kecelakaan beruntun ini.Hanya saja, pemotor mengalami luka ringan dan selamat meski bodi motor bagian depannya hancur.

Menurut dia, penyebab utama terjadinya kecelakaan beruntun ini karena pemotor lengah saat mengemudi, tutupnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here