Bacasaja.info Setelah menyebar sketsa wajah pelaku pembunuhan terapis panti pijat Berkah di Desa Mlirip, Kecamatan Jetis, Mojokerto, Jawa Timur.

Kapolresta Mojokerto AKBP Deddy Supriadi mengatakan, penyebaran sketsa wajah pelaku itu dilakukan untuk mempermudah petugas melakukan penyelidikan terkait dengan kasus ini.

“Meski belum berhasil mengungkap identitas pelaku, petugas sudah mengantongi ciri-ciri pelaku yang tega membunuh terapis tersebut,” ucap dia, Kamis (11/2/2021).

Sketsa wajah yang disebar itu bertujuan untuk mempermudah penyelidik dalam proses penyelidikan dengan harapan bisa menjadi alat bantu petugas dalam penyelidikan.

Ia menjelaskan, sketsa wajah pembunuh itu disebar di tempat umum seperti rumah makan, kendaraan angkutan umum sampai dengan terminal supaya bisa diakses dan diketahui banyak orang.

“Keterangan saksi mata dan rekaman kamera pengintai, wajah pelaku yaitu wajahnya oval, kulitnya sawo matang, rambutnya ikal dan usianya sekitar 25 sampai 30 tahun serta perawakannya kurus,” katanya

Ia menjelaskan, sketsa wajah pembunuh itu disebar di tempat umum seperti rumah makan, kendaraan angkutan umum sampai dengan terminal supaya bisa diakses dan diketahui banyak orang.

“Keterangan saksi mata dan rekaman kamera pengintai, wajah pelaku yaitu wajahnya oval, kulitnya sawo matang, rambutnya ikal dan usianya sekitar 25 sampai 30 tahun serta perawakannya kurus,” katanya.

Ia mengatakan, dari rekaman video kamera pengintai yang disita, pelaku kabur mengendarai motor Honda Beat berwarna pink yang diduga milik pelaku.

“Sketsa dari keterangan lima saksi. Ada juga kamera pengintai milik warga, hanya fokus halaman rumah, tidak fokus ke jalan. Sehingga, pelaku melintas hanya tampak dari samping demikian dengan identitas kendaraan,” tuturnya.

Hasil autopsi, korban meninggal lantaran dibacok oleh pelaku memakai sebilah parang.

“Autopsi yang dilakukan di RS Bhayangkara. Korban mengalami luka akibat benda tajam dengan panjang tujuh sentimeter, dalam luka 15 sentimeter dan tembus ke tenggorokan,” ungkapnya.

Ia berharap, dengan adanya upaya yang dilakukan itu bisa mempercepat petugas dalam mengungkap kasus ini.

“Kami berharap masyarakat bisa segera melaporkan kepada kami jika mengetahui ciri-ciri pelaku,” katanya.

Sebelumnya, seorang terapis perempuan rumah pijat di Jalan Raya Desa Mlirip, Kecamatan Jetis, Kabupaten Mojokerto tewas di tangan pelanggannya, Kamis (4/2/2021).

Pelaku membacok leher korban menggunakan sabit hingga tewas akibat luka di leher kiri yang menembus tenggorokan, Korban yakni Ambarwati alias Santi (44), warga Loceret, Kabupaten Nganjuk.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here