Bacasaja.info –¬†Aturan untuk mematuhi protokol kesehatan covid-19 dalam berbagai aspek rupanya bukan hanya isapan jempol belaka. Sejak Corona mulai menghantui Indonesia per awal Maret 2020, sejak itulah aturan untuk memakai masker, mencuci tangan, menghindari keramaian, mengurangi mobilitas, serta menjaga jarak digaungkan oleh seluruh pihak demi redanya pandemi ini.

Tak terkecuali jika menyangkut urusan Respsi Pernikahan yang didalamnya mengundang banyak pihak. Hal inilah yang dilakukan oleh jajaran tim gabungan Satgas Covid-19 Kabupaten Bangkalan pada Senin malam, (15/02/2021). Dipimpin langsung oleh Kabag Ops Polres Bangkalan Kompol I Made Widyana, S.E., S.I.K., dan didampingi Kapolsek Tragah AKP Musihram, S.H. dan tim gabungan membubarkan resepsi nikahan yang ternyata menggelar orkes dangdut.

“Bukan karena resepsi pernikahannya yang kami bubarkan, tapi orkes dangdut yang bisa menimbulkan keramaian itu yang kami bubarkan. Apalagi, saat ini di tengah pandemi. Tentu hal tersebut sangat bertolak belakang dan harus kita cegah agar wabah bahaya virus corona ini tidak semakin meluas kemana mana,” tegas Kompol Made, sapaan akrabnya.

Perwira kelahiran Bali ini menjelaskan jika Resepsi pernikahan digelar dengan menggunakan protokol kesehatan dan ada izin dari pihak berwenang dalam hal ini kepolisian, tentu tidak akan menjadi masalah.

“Sudah kami telusuri. Hingga kami lakukan pembubaran, yang bersangkutan belum izin ke pihak kepolisian. Hanya sampai kepala desa dan kepala desa setempat juga belum ada tembusan ke kami,” tutur Kompol Made.

Sekitar pukul 21.20 WIB, Kasat Intelkam Polres Bangkalan AKP Akhmad Junaidi menemui tuan rumah dengan imbauan agar gelaran panggung hiburan dangdut tidak dilaksanakan.

Pihak kru orkes akhirnya menurunkan peralatan hiburan mulai dari panggung hingga peralatan musik pada pukul 21.50 WIB. Sementara itu, terpisah Kapolres Bangkalan AKBP Didik Hariyanto, S.I.K. menjelaskan jika pembubaran orkes ini bukan berarti melarang adanya Resepsi Pernikahan.

Resepsi pernikahan pun, lanjut Didik, diatur jamnya agar tidak menciptakan kerumunan dan di bawah pengawasan Gugus Tugas Covid-19.

“Kasihan masyarakat jika gelar resepsi tidak boleh. Kami hanya melarang yang ada tanggapan orkesnya,” pungkas mantan Kapolres Pacitan tersebut melalui sambungan seluler kepada awak media. (Duwi)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here