*Filosofi Pohon Pisang*

Pohon pisang hanya berjuang untuk berbuah , walau ia tidak akan menikmati hasil perjuangannya.
Maka begitu pun manusia seharusnya, jangan pernah meninggalkan suatu tempat tanpa meninggalkan karya yang baik.
Berbuat baik di mana pun. Karena sewaktu-waktu, tiap manusia bisa saja “terpaksa” meninggalkan suatu tempat secara tiba-tiba dan tidak bisa ditunda lagi.

Pohon pisang itu keren y,
Karena seluruh bagian tubuhnya punya manfaat. Mulai dari akar, batang, daun, pelepah daun, apalagi buahnya. Bahkan ketika buah masih mentah pun bisa dibuat keripik. Manusia pun begitu, ada dan hidup untuk memberi manfaat kepada orang lain. Selagi mampu , selagi bisa berbuat, berbuatlah untukmenebar manfaat kebaikan kepada siapapun.

So,
Tidak sekedar itu, pohon pisang pun selalu mampu mempersiapkan generasi penerus. Sebelum ia ditebas mati. Selalu ada tunas baru yang siap tumbuh di sampingnya. Tunas-tunas muda yang akan meneruskan tugasnya memberi manfaat kebaikan pada siapapun.
Maka hikmahnya….
manusia yang katanya punya akal pikiran harusnya bisa berbuat dan bermanfaat, yang tak lekang oleh waktu. Hidup bukan hanya untuk cari makan. Tapi hidup pun perlu memberi manfaat.

Ada sifat baik yang bisa dipetik dari pohon pisang. Pohon pisang tidak pernah mewariskan dendam kepada anak-anaknya. Sekalipun ia harus ditebas saat diambil buahnya. Pohon pisang tidak dendam saat disakiti. Hidup itu bisa manis bisa pahit. Apapun keadaanya, jangan mewariskan dendam untuk siapapun dan kepada siapapun. Karena pohon pisang, selalu mewariskan kebaikan karena buahnya manis. Bukan mewariskan keburukan.

Semoga bermanfaat….

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here