bacasaja.info Gerak Cepat Tim Cyber Unit Resmob Satreskrim Polrestabes Surabaya berhasil mengungkap kasus orderan makanan melalui online di sebuah resto yang diduga abal-abal dan menyerupai resto-resto ternama di Surabaya.

Penangkapan itu dilakukan setelah seorang yang memesan online melalui sebuah aplikasi merasa dirugikan, karena yang dipesan tidak sesuai dengan merk sebenarnya, kemudian korban membuat laporan ke kepolisian beberapa waktu lalu.

“Kejadian itu, terjadi pada tanggal 09 Juni 2021, kemudian pada tanggal 10 Juni 2021 itu korban membuat laporan ke sini,” jelas Kanit Resmob Satreskrim Polrestabes Surabaya, Iptu Arief Ryzki Wicaksana saat pimpin Konferensi Pers di Depang Gedung Anindita, Jum’at (18/06/2021).

Diketahui, pemilik restoran berinisial ES itu memiliki banyak nama dalam aplikasi layanan antarmakanan di aplikasi online. Namun, ternyata tempatnya tidak sesuai dan hanya berjualan di Setra Kuliner Dharmahusada serta tidak membuka cabang lain.

Dari keterangan Iptu Arief Ryzki, mengatakan setelah dilakukan introgasi dan penelusuran yang bersangkutan telah melakukan aksinya sejak tahun 2019 dan telah beromsaet sekitar 5 juta lebih. Untuk restorannya sendiri setelah ditelusuri totalnya ada 30 resto yang ada didaerah Surabaya dan Sidoarjo.

“Untuk sistemnya, yang bersangkutan ini mendaftarkan di metra-metra online sehingga mempermudah masyakat untuk mengordernya. Namun, pada akhirnya yang datang tidak sesuai dengan makan-makanan yang diketahui oleh konsumen,” lanjutnya.

Barang bukti yang didapati petugas berupa selembar nota, sebuah flashdisk berisi rekaman video, foto makanan foto lokasi, tangkapan layar bukti order dan pembayaran melalui OVO, selembar Banner tulisan Warung Makan Nasi Padang Sari Bundo ukuran 1×1 meter, 4 bendel catatan kroscek stokan dan omset.

Selain itu, ada juga barang bukti lainnya berupa 2 buah buku kasbon dan catatan belanja, 24 buah handphone sebagai sarana.

Akibat perbuatannya tersangka dikenakan pasal Pasal 62 Jo. Pasal 8 ayat (1) huruf ”f” atau Pasal 378 KUHP UUD RI Nomor 08 tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen dengan ancaman paling lama 5 tahun penjara, ( Humas ).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here