Bacasaja.info Terjadinya Sebuah video viral lantaran pemotor motor gede (moge) menerobos jalan Ring 1 Istana Presiden yang tengah ditutup, hingga ditendang paspampres. Dari kasus ini, polisi sudah mengidentifikasi rombongan pemotor itu. Mereka pun dipanggil Ditlantas Polda Metro Jaya untuk dimintai keterangan.

Dalam video yang diunggah akun Instagram @bodatnation memperlihatkan sejumlah motor dengan suara knalpot bising melaju di sekitar Jalan Veteran III, Gambir, Pakarta Pusat.

Kejadian ini diketahui dari video viral yang direkam dari action cam helm pengendara moge lalu diunggah ke akun YouTube milik mereka dan kembali diunggah akun @bodatnation.

Salah satu pemotor yang mengunggah video kejadian tersebut adalah pemilik akun YouTube Sahdilah yang memiliki 269.000 subscribers.

Hal yang menjadi sorotan, tak hanya menyetop rombongan moge, terlihat salah satu petugas yang menggenggam pistol menendang salah satu motor pengendara.

Asisten Intelijen Paspampres Letkol Inf Wisnu Herlambang membenarkan insiden penindakan (menendang pemotor) oleh Paspampres terhadap sejumlah pengendara moge itu. Ia menyebutkan, sejumlah pengendara itu terpaksa harus dilumpuhkan oleh petugas Paspampres karena menerobos jalan yang tengah ditutup.

Kejadian juga berbuntut pada pemeriksaan polisi. “Identitas sudah ada. Dan sudah kita kirim surat undangan klarifikasi. Besok mereka menyanggupi untuk datang. Ke Subdit Gakkum,” ujar Kasubdit Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya AKBP Fahri Siregar, Minggu (28/2/2021).

Fahri menjelaskan pihaknya hanya mengundang 1 orang. Namun, orang tersebut bersedia mengajak pemotor lainnya untuk ikut dimintai klarifikasi juga. “Kita kan undang kan ada 1 orang. Tapi mereka menyanggupi beberapa orang datang. Kita sudah tahu identitasnya. Tapi dari 1 orang itu mengajak orang lain untuk hadir. Seperti itu,” papar Fahri dikutip dari detikcom.

Fahri mengatakan kepolisian akan meminta klarifikasi tentang pelanggaran yang diduga dilakukan oleh para pemotor yang menerobos kawasan Ring 1 Istana itu. Fahri menyebut dugaan sementara saat ini mereka melakukan pelanggaran lalu lintas.

“Ya kalau dilihat dari media sosial itu kan ada dugaan pelanggaran lalu lintas. Jadi kita mengklarifikasi tentang pelanggaran-pelanggaran termasuk juga nanti kalau ada pelanggaran protokol kesehatan kita masukkan dulu dalam keterangan,” jelas dia.

Anggota komunitas moge R15, Juniar William menjelaskan bahwa dirinya bersama anggota komunitasnya mengakui kesalahan setelah memaksa masuk ke area ring 1 Istana Merdeka, Jakarta.

Setelah viral di media sosial, Juniar William mengaku memohon maaf atas tindakan arogannya saat itu. Ia bahkan mengaku telah menghapus semua video yang berkaitan dengan hal itu di media sosial pribadinya.

Ia pun menjelaskan bahwa dirinya beserta anggota komunitas lainnya telah mendatangi Paspampres untuk memohon maaf secara langsung.

“Selamat siang. Disini saya dan teman-teman untuk kejadian kemarin di lingkungan istana negara, saya sudah berkordinasi untuk mediasi dengan pihak paspampres dan disambut dengan baik,” ucapnya dalam instagram pribadinya @juniarwilliam17.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here