Bacasaja.info Tinggal menghitung beberapa hari Bulan Ramadhan bulan yang penuh hikmah bagi umat Islam di seluruh dunia.

Bulan Ramadhan sudah terlihat beberapa lagi, berbagai lapisan umat islam tampak senang menyambut datangnya bulan penuh ampunan itu.

Menurut Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN), perkiraan awal ramadhan akan jatuh pada tanggal 13 April mendatang. Hal ini berdasarkan pada posisi bulan saat Maghrib dan kriteria yang biasa digunakan ormas Islam Muhammadiyah dan NU.

“Insya Allah, akan serentak dan seragam, setidaknya dua ormas besar NU dan Muhammadiyah itu akan seragam. Jadi, akan seragam tanggal 13 April awal Ramadhan,” ujar Kepala Lapan, Thomas Djamaludin, yang juga anggota Tim Falakiyah Kementerian Agama.

Thomas menjelaskan, faktor yang membuat awal Ramadan tahun ini seragam, yaitu karena posisi bulan saat Maghrib berada di luar rentang perbedaan. Muhammadiyah menggunakan kriteria wujudul hilal, yaitu ketinggian bulan sekitar 0 derajat.

Sementara, NU menggunakan kriteria ketinggian bulan 2 derajat. Perbedaan akan terjadi bila posisi bulan antara 0 dan 2 derajat.

Dalam konteks ini, menurut Muhammadiyah itu sudah masuk awal ramadhan. Sementara, menurut NU itu belum masuk awal Ramadan. Namun, Thomas memaparkan, pada tahun ini posisi bulan pada 29 Syaban atau 12 April sudah di atas 2 derajat. Artinya, ini sudah memenuhi kriteria yang digunakan oleh Muhammadiyah dan NU.

“Biasanya kalau sudah memenuhi kriteria, ada saja saksi yang melaporkan terlihatnya hilal sehingga laporan seperti itu akan diterima saat sidang itsbat. Jadi bisa diprakirakan 1 Ramadan akan seragam, jatuh pada 13 April 2021,” tambah Thomas.

Thomas juga menyampaikan, secara umum saat ini semua perhitungan kalender sama karena menggunakan formulasi astronomi modern. Hal yang sering menjadi sumber perbedaan adalah kriterianya.

Pertama, yakni kriteria wujudul hilal. Dalam kriteria ini, bulan terbenam sesudah matahari dan ijtimak terjadi sebelum Maghrib. Kriteria ini digunakan kalender Muhammadiyah. Kedua adalah kriteria MABIMS (Menteri Agama Brunei Darussalam, Indonesia, Malaysia dan Singapura).

Dalam kriteria ini, parameter tinggi bulan minimal 2 derajat. Kriteria ini digunakan di kalender taqwim standar pemerintah dan kalender NU. Ketiga adalah kriteria Lapan yang sama dengan kriteria rekomendasi Jakarta 2017. Pada kriteria ini, beda tinggi bulan-matahari minimal 4 derajat dan elongasi bulan minimal 6,4 derajat di kawasan barat Asia Tenggara.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here