Bacasaja.info Begini Cara Teleskop luar angkasa yang dikelola Badan Penerbangan dan Antariksa (NASA), baru-baru ini melihat beberapa perubahan warna yang sangat menarik di Planet Saturnus. Mereka menyoroti sebuah makalah tentang perubahan warna yang terjadi secara halus.

Saturnus adalah satu-satunya planet yang memiliki cincin dengan gambaran yang jelas. Cincin di sana tidak banyak berubah dari musim ke musim. Tapi tidak dengan warna planet.

Satu tahun di Saturnus setara dengan 29 tahun Bumi. Oleh sebab itu ilmuwan melihat perubahan musim terjadi sangat lambat, tetapi jelas ada sesuatu yang terjadi di bawah awan sana, mengutip dari situs BGR, Senin, 22 Maret 2021.

Para astronom menyediakan gambar animasi untuk orang awam agar lebih mengerti perubahan pada planet itu. Pada 2018, 2019, dan 2020, pita planet berubah dengan cara yang luar biasa. Tidak terlihat jelas, tapi perubahan terjadi di bagian tengah ke atas, juga pada cincinnya.

Bentuk cincin baru di beberapa area yang lebih terang menjadi lebih gelap dan wilayah yang lebih gelap di kutub utara planet menyebar ke bawah secara signifikan. Ini perubahan yang cukup besar terutama untuk tiga tahun. Perubahan juga menunjukkan beberapa hal yang sangat menarik terjadi, baik di dalam atau bawah atmosfer planet.

“Perubahan kecil dari tahun ke tahun pada pita warna Saturnus sangat menarik. Saat Saturnus bergerak menuju belahan Bumi utara, kami melihat daerah kutub dan ekuator berubah. Kami juga melihat variasi atmosfer pada skala waktu yang jauh lebih pendek,” kata ilmuwan Amy Simon.

Sedikit perubahan dari tahun ke tahun dalam warna, kemungkinan karena ketinggian awan dan angin. Tidak mengherankan bahwa perubahan Saturnus tidak besar, karena peneliti hanya menemukan sebagian kecil perbedaan dari tahun ke tahun.

Perubahan paling menarik terletak di lapisan atas Saturnus karena terlihat yang paling jelas. Tidak ada yang benar-benar tahu apa yang ada di dalam planet gas raksasa seperti Saturnus dan Jupiter. Kemungkinan beberapa planet ini memiliki inti padat yang dikelilingi oleh cairan dan gas.

Amy mengakui jika belum ada teknologi yang mampu mengintip jauh ke dalam lapisan awan Saturnus yang tebal. Meski begitu, ia tetap optimistis suatu saat para ilmuwan pasti bisa mewujudkannya. Pengamatan itu dapat memberi petunjuk yang mengungkapkan dari mana warna itu berasal dan apa yang memicu perubahan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here