Bacasaja.info Pertarungan dua keris di Zaman Majapahit, terjadi malapetaka atau pageblug, yaitu banyakanya orang sakit, sakit pagi lalu sore meninggal. Pageblug yang mengerikan ini menimpa Kerajaan Majapahit.

“Mengapa ini terjadi? Karena adanya aura negatif keris Kiai Condong Campur yang konon dibuat dari besi yang dihuni oleh makhluk-makhluk halus dan makhluk hitam,” kata PNA. Masud Thoyib Adiningrat, Pengageng Kedaton Jayakarta.

Akibatnya setiap malam, gaib pada keris itu keluar dari petinya dan kemudian membunuh semua orang yang dijumpainya. Akibatnya, Majapahit menjadi gempar.

“Pada saat terjadi seperti itu, Kerajaan Demak di bawah pimpinan Raden Fatah yang sesungguhnya masih keturunan Majapahit ini memberi bantuan dengan mengirim keris Kiai Sangkelat. Keris inilah yang bisa mengalahkan Kiai Condong Campur,” paparnya.

Ceritanya pada saat malam hari, Keris Condong Campur keluar dari penyimpanannya di gedung pusaka Majapahit dengan mengeluarkan warna merah dengan aura negatif yang berbahaya bagi siapa saja yang melihatnya. Dengan secepat kilat, keris Kiai Sangkelat menerjang Kiai Condong Campur sehingga patah menjadi dua.

“Ini adalah kemenangan dari Kiai Sangkelat yang kemudian menjadi pusaka andalan dari Sultan Demak,” ucapnya.

Keris-keris yang mempunyai cerita seperti ini sesungguhnya mempunyai energi abadi. Artinya masih bisa ada sepanjang dunia ini masih berputar. Walau lahirnya zaman purba, keris yang memiliki isoteris tinggi itu masih berada di alam metafisika dan itu bisa ditarik.

“Ini adalah kemenangan dari Kiai Sangkelat yang kemudian menjadi pusaka andalan dari Sultan Demak,” ucapnya.

Keris-keris yang mempunyai cerita seperti ini sesungguhnya mempunyai energi abadi. Artinya masih bisa ada sepanjang dunia ini masih berputar. Walau lahirnya zaman purba, keris yang memiliki isoteris tinggi itu masih berada di alam metafisika dan itu bisa ditarik.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here