bacasaja.info Viral di media sosial tentang Hotel Niagara di Malang yang disebut-sebut angker dan berhantu. Keangkeran hotel tersebut pertama kali diunggah oleh pemilik akun TikTok @fmpeg yang bernama Gabrielle Aisya.

Dalam akun TikTok-nya, Gabrielle mem-posting beberapa video yang memperlihatkan suasana hotel yang diketahui adalah Hotel Niagara Lawang di Malang.

“Jadi hotelnya itu gede ada tiga lantai dan benar-benar enggak ada orang, enggak ada mobil di parkiran terus dibilang cuma ada satu kamar di lantai 3 di paling ujung di pojok. Sumpah ini ngeri banget sih,” katanya dalam video tersebut.

Saat berada di kamar hotel, ia mengaku mengalami hal-hal aneh dan merasa ada hal yang janggal. Salah satunya adalah ia merasa pintu kamar tempatnya menginap seperti diketuk.

Setelah pintunya dibuka, tidak ada siapa pun di sana. Namun, dari pantulan di pintunya terlihat seperti ada orang berwujud hitam sedang berdiri di pintu.

“Ini tuh gue cuma bertahan 15 menit langsung enggak kuat dan langsung cabut gue,” lanjutnya.

Karena pengalaman horor tersebut, Gabrielle pun memutuskan untuk pindah ke hotel lain dan keluar dari sana.

Lalu, seperti apa sejarah Hotel Niagara Malang ini?

Dilansir dari berbagai sumber, hotel ini sendiri diperkirakan didirikan pada tahun 1918 artinya sudah 103 tahun atau sudah seabad hotel ini berdiri. Hotel ini sendiri dirancang oleh pria keturunan Brasil bernama Fritz Joseph Pindeo, yang tinggal di Indonesia sewaktu masa penjajahan Belanda.

Butuh 15 tahun untuk menyelesaikan bangunan setinggi 35 meter ini. Dulunya bangunan ini dibangun tidak diperuntukkan menjadi hotel, melainkan vila peristirahatan milik Liem Sian Joe, pengusaha kaya berdarah Tionghoa yang tinggal di Malang.

Zaman dulu, daerah Lawang atau yang berarti “Pintu” diartikan sebagai daerah gerbang masuk Malang yang dulunya merupakan daerah yang sangat sejuk dan asri dan tentunya tidak seramai sekarang. Sehingga banyak rumah peristirahatan yang dibangun di daerah itu.

Kemudian, pada tahun 1960 ahli waris Liem Sian Joe menjual bangunan vilanya kepada Ong Kie Tjay, salah seorang pengusaha yang tinggal di Surabaya. Setelah melakukan renovasi, bangunan vila diubah menjadi hotel dan diberi nama Hotel Niagara yang diurus oleh Ongko Budihartanto, anak dari Ong Kie Tjay, sekaligus General Manager Hotel Niagara.

Kata angker dan horor sudah amat melekat dengan hotel satu ini. Meski dikenal angker, beberapa tamu tetap pernah menginap di hotel ini. Salah satunya adalah travel blogger Satya Winnie.

“Banyak cerita berkembang mulai dari suara-suara musik klasik dan keriuhan seperti sedang pesta dansa, gadis-gadis berpakaian ala Victoria berjalan-jalan di sekitar gedung, sampai gejala poltergeist,” katanya.

Satya juga mengatakan bahwa ia dan keluarganya pernah mendapat pengalaman aneh saat menginap di hotel tersebut. Pengalaman itu pun ia tuangkan dalam blog pribadinya.

Saat itu, Satya berpesan kepada Tulangnya (adik mamanya) yaitu Tober Hasudungan Manullang, untuk mematikan TV saat ingin tidur.

 

“Ternyata benar, Tober kelupaan. Sekitar jam 3 TV yang masih nyala membangunkan kami berdua. Karena tidak ada remote nya, Tober yang kedinginan mau tidak mau harus bangkit dan berjalan untuk mematikan TV lalu tidur lagi,” kata Satya.

Tak lama setelahnya, Satya kembali terbangun karena TV kembali menyala.

“Sejam kemudian, saya kembali terbangun karena ada suara-suara dan kulihat TV kembali nyala. Kulirik sebelahku, Tober, yang sedang tidur saking pulasnya lalu melirik jam yang menunjukkan pukul 04.08 WIB. Sempat bingung juga siapa yang nyalain TV, tapi ya sudah, saya langsung bangun dan mematikan TV lalu tidur nyenyak lagi sampai pagi. Jadi, siapakah yang menghidupkan TV yang tidak ada remote nya itu? Entahlah,” katanya.

Walau demikian, Satya mengatakan bahwa ia menganggap hal itu adalah sebuah mimpi yang terlihat nyata.

“Tapi secara pribadi saya tidak merasa itu sesuatu yang horor dan bisa membuktikan hotel itu ada hantunya. Buktinya belum kuat. Bisa saja itu mimpi walau terasa nyata,” katanya.

Meski Hotel Niagara kental dengan nuansa vintage dan bangunannya yang jadul, Satya merasa pelayanan yang diberikan sama seperti hotel pada umumnya.

“Saya senang melihat kamar yang tua itu bersih. Saya colek furniture yang ada di kamar dan tidak ada debu yang menempel. Kasurnya empuk dengan sprei yang bersih dan wangi,” lanjut Satya.

Hotel Niagara Malang merupakan salah satu hotel yang menjadi ikon di Lawang, karena bangunannya yang klasik. Hotel ini sendiri terletak di Jl. Dr. Sutomo No.63 Lawang, Kabupaten Malang.

Untuk menginap di hotel ini juga terbilang cukup terjangkau, karena pengunjung hanya perlu merogoh kocek mulai dari Rp 125 ribu.

Gimana, apakah kamu berani menginap di hotel ini?

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here