BACA SAJA – Salah satu warga RT 4 / RW 2 desa Balongan, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, Abdul Kholik mengaku sempat panik saat kobaran api sempat terlihat muncul kembali di kilang minyak Pertamina RU VI Balongan, Indramayu, Kamis (1/4) sore.

Namun demikian, Abdul yang rumahnya berjarak kurang lebih 1 kilometer dari kilang, mengaku tak lagi khawatir sebab bumbungan api tinggi itu sudah terlihat mengecil malam hari, dan hanya terlihat sisa asap pada Jumat (2/4) pagi ini.

“Sempat panik sebenarnya sore itu warga. Hanya saja saya berpikir bahwa ini tidak mungkin api kemana-mana begitu, karena di dalam masih ada orang yang dalam proses pemadaman dari berbagai macam instansi,” kata Abdul saat dihubungi¬†CNNIndonesia.com, Jumat (2/4).

“Logikanya kalau itu bahaya, pasti itu mereka akan menyingkir, tapi kan tidak,” lanjutnya

Abdul juga mengaku sore itu tak lagi mendengar dentuman besar seperti saat pertama kali kilang terbakar pada Senin (29/3) dini hari. Ia menyebut sebagian warga hanya mendengar letupan kecil, sebab menurutnya kejadian sore kemarin terjadi karena sisa minyak di tangki salah satu kilang minyak.

Abdul dan sebagian warga juga menurutnya tak memutuskan untuk mengungsi. Ia menyebut warga yang mengungsi sebenarnya tidak cukup banyak.

“Bukan dentuman sebenarnya, karena posisi tangki sudah terbuka. Kalau meledak ketika tangki tertutup pas kemarin awal itu, tapi paling kalau kemarin letupan doang, tapi api membumbung memang,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Abdul sejauh ini juga mengaku tidak begitu terdampak dari kebakaran kilang minyak Pertamina. Sejauh ini, ia mengaku masih dalam keadaan sehat, hanya saja bau-bau minyak sisa kebakaran itu masih ada hingga saat ini.

Selain itu, beberapa warga yang dilaporkan mengidap Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) dan sakit lambung menurutnya didominasi oleh warga lanjut usia (lansia) dan anak-anak kecil.

“Kalau desa Balongan lebih banyak terpapar bau. Kalau asapnya malah tidak di wilayah Balongan, rapi di kota, di tambak, dan katanya sekarang muncul reaksi orang-orang di tambak itu, dan hujan kemarin jatuhnya juga warnanya hitam,” pungkasnya.

Sebelumnya akun Instagram @infojawabarat, pada Kamis (1/4) malam mengunggah sebuah video yang memperlihatkan api kembali menyala di kawasan tersebut. Namun, Plt Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Indramayu Caya mengatakan bahwa kobaran api itu telah berhasil dipadamkan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here