bacasaja.info Dalam serat Darmagandhul disebutkan Sabda Palon merupakan penasihat spiritual yang berilmu tinggi, dari raja Brawijaya V, yaitu raja Majapahit yang terakhir.

Konon karena kedigdayaannya, dia bisa memerintah seluruh makhluk halus di tanah Jawa. Dalam kitab kesustraan Jawa, Sabda Palon merupakan sosok yang sama dengan tokoh pewayangan bernama Semar.

Sosok Sabda Palon ini konon merupakan makhluk gaib yang menjadi pelindung dan penjaga raja-raja tanah Jawa sejak 525 tahun sebelum masehi.

Dari kanal YouTube PEGAWAI JALANAN, Rabu 10 Februari 2021, Sabda Palon juga disebut-sebut dapat membuat kawah air panas di atas jumlah gunung berapi di tanah Jawa.

Secara ringkas dapat dijelaskan bahwa Semar merupakan utusan gaib Gusti Kang Murbeng Dumadi atau Tuhan Yang Mahakuasa untuk melaksanakan tugas agar manusia menyembah dan bertakwa kepada Tuhan.

Di kalangan spiritualais Jawa pada umumnya, keberadaan Semar diyakini berupa suara tanpa rupa. Keberadaan Semar diyakini dengan istilah mencolok putro mencolok putri, yang artinya dapat berwujud dan menyamar sebagai manusia biasa.

Dalam perwujudannya menjadi manusia, tetap mencirikan karakter Semar sebagai sosok Begawan atau Pandita.

Halaman:

Editor: Lilia Sari

Hal ini dapat dipahami karena dalam kawruh Jawa dikenal adanya konsep menitis. Namun, kisah kedekatan sang penasihat spriritual ini dengan Raja Brawijaya V akhirnya berakhir saat sang raja memutuskan untuk memluk agama Islam.

Sehingga, Sabda Palon meninggalkan raja yang dijaganya selama ini. Sabda Palon bersumpah akan kembali lagi lima ratus tahun setelah meninggalnya Raja Brawijaya V, untuk kembali menjadi penjaga bagi tanah Jawa.

Dalam baikt-bait terakhir ramalan Jayabaya, yaitu pada tahun 1135-1157 masehi juga telah disebut-sebut mengenai Sabda Palon.

Pada bait 164 dan 173 menggambarkan sosok Putra Batara Indra yang menguasai seluruh ajaran, memotong tanah Jawa kedua kali, mengerahkan jin dan setan, serta seluruh makhluk halus ada di bawah perintahnya.

Sabda Palon mampu melihat benih-benih keruntuhan kerajaan Majapahit. Lalu Sabda Palon bear-benar meninggalkan raja yang diasuhnya selama ini.

Saat Raja Brawijaya V memutuskan memeluk Islam, akhirnya Sabda Palon mendapat petunjuk untuk pergi ke sebuah pulau yang masih berada pada kekuasaan kerajaan Majapahit, yaitu Pulau Bali.

Sebelum pergi ke Pulau Bali, Sabda Pon hijrah ke Daha atau Kediri, lalu ke Pasuruan, dan kemudian ke Blambangan atau Banyuwangi.

Sabda Palon konon pertama kali tiba di Pulau Bali dari Blambangan sekitar tahun Saka 1411, ketika kerajaan Bali Dwipa dipimpin oleh Waturenggong.

Sabda Palon memiliki kekuatan supranatural yang membuat Waturenggong sangat kagum, sehingga diangkat menjadi pendeta kerajaan.

Ada pula kisah yang menceritakan bahwa Sabda Palon adalah seorang makhluk gaib yang menjaga Gunung Tidar di Magelang, sehingga Sabda Palon terlibat pertarungan dengan Syeh Subakir.

Syekh Subakir merupakan ulama besar yang diutus Kesultanan Turki Usmania untuk membersihkan tanah Jawa dari pengaruh-pengaruh gaib yang mengganggu proses penyebaran agama Islam.

Itulah secui kisah tentang Sabda Palon, penjaga tanah Jawa. Benar atau tidaknya kisah ini, hanya Allah yang tahu.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here