bacasaja.info  Dizaman dulu, tidak ada yang berani macam-macam dengan Pasukan Setan, apalagi dengan pemimpinnya, Kolonel Sentot. Sesakti apa sih, orangnya? Apakah benar keturunan orang berilmu? Baca selengkapnya di sini!

Sudah tidak mengagetkan lagi kalau tahu pejuang zaman dulu memiliki ilmu sakti mandra guna.

Contoh saja Si Pitung, sosok legendaris yang terkenal berani melawan Belanda menggunakan ilmu bela dirinya.

Tidak hanya itu, Pitung juga kabarnya kebal peluru dan susah mati, membuat para penjajah kewalahan sendiri.

Mitos atau fakta, Si Pitung bukanlah satu-satunya orang yang ditakuti bangsa kompeni.

Ada satu lagi pahlawan bangsa yang memiliki reputasi yang sama, yaitu Kolonel Sentot.

Mari kita ikuti kisahnya dalam melawan Belanda di bawah ini.

Kolonel Sentot Dianggap Sakti dan Bukan Keturunan Orang Biasa

Bernama lengkap Asmat Sentot, pria asal Indramayu itu merupakan keturunan seorang priyayi.

Keluarganya sangat terpandang dan merupakan kumpulan orang-orang yang memiliki jabatan serta harta berkecukupan.

Akan tetapi, Asmat Sentot tidak mau hidup enak, apalagi melihat teman-teman seperjuangannya menderita di tangan penjajah.

Ia kemudian memutuskan untuk membantu Indonesia mengembalikan martabatnya lagi dengan daftar ke pendidikan militer.

Setelah lama berkutik di dunia militer, ia kemudian bergabung ke Pasukan Pembela Tanah Air, atau yang dikenal dengan PETA.

Sejak saat itulah nama Asmat menjadi semakin terkenal di kalangan para prajurit.

Sifatnya yang tegas, tangguh, dan berani akhirnya mengantarkan ia menjadi seorang Kolonel.

Dari situ, lahirlah nama yang membuat para penjajah Belanda kalang kabut, yaitu Kolonel Sentot.

Memimpin Pasukan Setan

Salah satu perjuangan Asmat yang tidak bisa dilupakan adalah keberhasilannya dalam memimpin sebuah regu tempur bernama Pasukan Setan.

Pasukannya dibentuk pada tahun 1947, tepatnya saat Agresi Militer terjadi.

Pada masanya, anak buah Asmat ditakuti penjajah.

Padahal, mereka tidak memiliki banyak senjata atau ilmu khusus peperangan.

Senjata yang mereka miliki saja merupakan hasil rampasan dari Jepang dan Belanda saat itu.

Dengan bantuan Sang Kolonel, pasukannya berhasil mengusir Belanda yang pada saat itu sedang mencoba menguasai Indonesia lagi.

Konon, tidak ada satu pun orang di Pasukan Setan yang ketakutan untuk mati atas nama negara.

Semuanya bertempur dengan garang dan berani demi kebaikan tanah air.

Usaha mereka tidak sia-sia.

Belanda yang kalang kabut langsung mundur dan memikirkan cara lain untuk menyerang Indonesia kemudian harinya.

Apakah Benar Ia Kebal Peluru?

Menurut cerita yang beredar, salah satu kesaktian Kolonel Sentot yang paling dikenal adalah ilmu kebal peluru.

Melansir dari Boombastis, salah satu anak buah Asmat mengatakan bahwa komandannya tidak bisa ditembak.

Ketika pasukannya tiarap karena dibanjiri peluru, Asmat malah berdiri dengan santainya dan terus menembaki musuh.

Padahal, jarak antara dirinya dan musuh sangat dekat sehingga tidak mungkin kalau dia tidak tertembak sama sekali.

Namun, begitulah kenyataannya.

Ia selamat walaupun banyak bekas peluru yang menembus bajunya.

Setelah berhasil mengusir Belanda, Kolonel Asmat Sentot hidup bahagia dengan keluarga kecilnya sampai 6 Oktober, 2001.

Tidak hanya itu, ia juga mendedikasikan hidupnya untuk rakyat kecil, walaupun dirinya merupakan keturunan bangsawan Indonesia.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here