bacasaja.info Segerombol aksi brutal dan keji dilakukan kelompok kriminal bersenjata (KKB) kembali terjadi.

Kali ini, KKB menyerbu dua desa yang mengakibatkan 50 orang di dua desa itu tewas.

Serbuan brutal dan keji yang dilakukan KKB tersebut terjadi di Provinsi Ituri, Republik Demokratik Kongo (DRC).

Organisasi pengawasan atau monitoring, Kivu Security Tracker (KST) dalam Tweet-nya, Senin (31/5/2021) menyebutkan, KKB menyerbu Desa Boga dan Tchabi.

Para pelaku memberondongkan senapan mesin mereka ke warga desa tak berdosa. Puluhan mayat tertembus peluru bergelimpangan di kedua desa tersebut.

Di Desa Boga, KKB membunuh 28 warga dan di Desa Tchabi sebanyak 22 warga tewas.

Anadolu Agency melansir, salah satu korban tewas di Desa Tchabi merupakan istri kepala suku Banyali Tchabi.

Jumlah korban tewas dalam sehari ini menjadi yang tertinggi yang pernah tercatat di Kongo.

Sampai saat ini belum ada kelompok yang mengaku bertanggung jawab atas penyerangan tersebut.

Meski demikian kelompok pemberontak Uganda, Pasukan Demokratik Sekutu (ADF) disalahkan atas penyerangan itu.

Ini karena wilayah tersebut sudah lama menjadi wilayah kekuasaan kelompok tersebut setahun terakhir.

Untuk mengatasi kelompok bersenjata, Presiden Félix Tshisekedi mengerahkan pasukan untuk pengepungan di Provinsi Kivu Utara dan Ituri, yang berbatasan dengan Uganda, awal bulan ini.

Sebagai informasi, pemberontak ADF berasal dari timur laut Uganda dan mulai muncul pada tahun 1990an.

Mereka menyerang dan membantai warga sipil dan pasukan PBB di Kongo Timur selama beberapa tahun terakhir.

Modus yang mereka terapkan yakni membunuh petani dengan pisau saat mereka pulang dari ladang pada malam hari.

PPB mengatakan, konflik ini muncul akibat eksploitasi sumber daya alam di bagian Kongo timur.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here